Kamis, 28 November 2019

Cara Mengolah Daun Pepaya Menjadi Masakan Sayur




Salah satu tugas kita sebagai ibu rumah tangga adalah menyediakan makanan yang bermanfaat untuk tubuh kita. Pernyataan tadi yang perlu digarisbawahi adalah menyediakan, artinya tak harus kita membuat dengan tangan kita sendiri. Meskipun begitu, kita tetap perlu menambah pengetahuan kita mengenai sekitar dapur apalagi yang mengandung unsur penghematan. Kali ini mari kita bahas tentang daun pepaya.

  1. Pepaya
Siapa yang tak tahu tentang pepaya? Rasanya hampir semua masyarakat di negara kita tak asing dengan buah yang satu ini. Buah pepaya yang tentunya mengandung vitamin juga dipercaya sebagai buah  yang dapat membantu memperlancar proses pencernaan. Biasanya orang-orang di sekitar saya jika mengalami sembelit akan mengonsumsi buah pepaya.

Pohon pepaya sangat mudah tumbuh di wilayah kita yang beriklim tropis. Kadang kita tak berniat menanamnya, Eh.. pohon pepaya kecil nongol di pekarangan kita. Ini menggambarkan betapa mudahnya menanam pohon pepaya. Cara menanam pohon pepaya hanya dengan menaburkan biji buah pepaya. Masalah perawatan, pohon ini nyaris tanpa perawatan khusus. Biasanya kita biarkan saja juga tidak mati dan tetap produktif.

  1. Sayuran Dari Daun Pepaya
Tanaman pepaya terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan buah. Buah dari pepaya umumnya yang dianggap sebagai komoditas. Padahal tanaman pepaya tidak hanya buahnya saja yang dapat dimanfaatkan. Daun pepaya juga dapat dimanfaatkan. Salah satu manfaat daun pepaya dapat kita gunakan sebagai sayuran. Untuk keperluan ini hendaknya dipilih daun pepaya yang masih muda, karena jika digunakan yang sudah tua akan terasa kasar dan liat saat dikunyah.

  1. Cara Mengolah Sayuran Dari Daun Pepaya
Alangkah senangnya saat kita dapat memanfaatkan apa yang ada di sekitar rumah kita. Hanya saja kadang hal ini dapat terlewatkan karena ketidaktahuan tentang manfaat apa yang ada di sekitar rumah kita. Daun pepaya mempunyai rasa pahit. Kita memerlukan beberapa langkah untuk menghilangkan rasa pahit tersebut agar daun pepaya menjadi masakan sayur yang enak. Bagi yang belum mengetahui, berikut adalah cara-cara bagaimana menghilangkan rasa pahit daun pepaya sebelum dijadikan masakan sayuran. 

  1. Mengolah Daun Pepaya dengan Menggunakan Tanah Liat
Sebelum memulai memasak daun pepaya dengan menggunakan tanah liat ada beberapa hal yang harus disiapkan terlebih dahulu.
  1. Mengambil segenggam tanah liat yang tidak mengandung pasir, biasanya dapat diperoleh di pinggir sungai, sawah, rumah yuyu, atau mungkin saja tempat lain yang penting tidak mengandung pasir.
  2. Setelah itu, hancurkan tanah liat dalam air kira-kira  1 (satu) baskom kecil.
  3. Endapkan air campuran tanah liat.
  4. Tuang air yang sedikit keruh (agak bening), tanpa endapan tanah liat ke dalam wadah lain.
  5. Air yang mengandung tanah liat inilah yang nantinya akan kita gunakan.

Urutan langkah mengolah daun pepaya dengan menggunakan tanah liat, yaitu:
  1. Ambil beberapa lembar daun pepaya sesuai kebutuhan yang tergolong masih muda.
  2. Potong daun layaknya memotong sayuran.
  3. Cuci daun pepaya yang sudah dipotong.
  4. Panaskan air secukupnya atau kira-kira semua daun pepaya terendam sampai mendidih. 
  5. Masukkan daun pepaya.
  6. Tambahkan air yang mengandung tanah liat dengan menggunakan saringan teh.
  7. Rebus daun pepaya sampai lunak.
  8. Angkat panci yang berisi daun pepaya dari kompor jika sudah matang atau lunak.
  9. Angkat daun pepaya dari air yang mengandung tanah liat.
  10. Cuci kembali daun pepaya dengan menggunakan air dingin.
  11. Tiriskan, daun pepaya sudah siap untuk digunakan sesuai resep masakan yang diinginkan.

  1. Mengolah Daun Pepaya dengan Menggunakan Ampo
Ampo adalah tanah liat yang biasanya dicetak berbentuk kotak, tipis dan dibakar. Setahu saya, ampo dijual di pasar tradisional bagian penjual bahan jamu.

Urutan langkah mengolah daun pepaya dengan menggunakan ampo, yaitu:
  1. Ambil beberapa lembar daun pepaya sesuai kebutuhan yang tergolong masih muda.
  2. Potong daun layaknya memotong sayuran.
  3. Cuci daun pepaya yang sudah dipotong.
  4. Panaskan air secukupnya atau kira-kira semua daun pepaya terendam sampai mendidih. 
  5. Masukkan daun pepaya.
  6. Tambahkan 1 lempeng ampo.
  7. Rebus daun pepaya sampai lunak.
  8. Angkat panci yang berisi daun pepaya dari kompor jika sudah matang atau lunak.
  9. Angkat daun pepaya dari air yang mengandung ampo.
  10. Cuci kembali daun pepaya dengan menggunakan air dingin.
  11. Tiriskan, daun pepaya sudah siap untuk digunakan sesuai resep masakan yang diinginkan.

  1. Mengolah Daun Pepaya dengan Menggunakan Daun Jambu Biji
Jambu biji disebut juga dengan jambu kluthuk dalam Bahasa Jawa. Penggunaan daun jambu biji untuk menghilangkan rasa pahit pada daun pepaya harus disertai dengan daun singkong. Kita mengetahui bahwa daun singkong sendiri dapat digunakan sebagai sayur. 

Urutan langkah mengolah daun pepaya dengan menggunakan jambu biji, yaitu:
  1. Ambil beberapa lembar daun pepaya dan daun singkong sesuai kebutuhan yang tergolong masih muda.
  2. Potong daun layaknya memotong sayuran.
  3. Cuci daun pepaya dan daun singkong yang sudah dipotong.
  4. Panaskan air secukupnya atau kira-kira semua daun pepaya  dan daun singkong terendam sampai mendidih. 
  5. Masukkan daun pepaya dan daun singkong.
  6. Tambahkan beberapa lembar daun jambu biji.
  7. Rebus daun pepaya dan daun singkong sampai lunak.
  8. Angkat panci yang berisi daun pepaya dan daun singkong dari kompor jika sudah matang atau lunak.
  9. Buanglah daun jambu biji dan tiriskan, daun pepaya dan daun singkong sudah siap untuk digunakan sesuai resep masakan yang diinginkan.

Daun pepaya dapat dijadikan masakan sesuai menu yang diinginkan setelah diolah dengan menggunakan tanah liat, ampo dan daun jambu biji. Penggunaan tanah liat dan ampo akan membuat daun pepaya tidak memiliki rasa pahit sama sekali, tetapi dengan penggunaan daun jambu biji masih menyisakan sedikit rasa pahit. Pemilihan cara pengolahan tergantung pada selera masing-masing orang. Menu masakan yang menggunakan bahan daun pepaya biasanya adalah urap-urap, buntil dan untuk pelengkap sambal seperti lalapan.


Pohon pepaya banyak kita jumpai di sekitar kita, bahkan kadang tumbuh di pekarangan rumah kita dengan sendirinya. Sebagian orang  belum memanfaatkan daun pepaya karena tidak mengetahui cara penggunaannya. Pengetahuan mengenai bagaimana cara mengolah daun pepaya untuk sayuran dapat membantu mengoptimalkan apa yang ada di sekitar rumah, sehingga kita dapat menghemat pengeluaran keluarga.*)By: Yunie Sudiro.

Kamis, 21 November 2019

Mengenal Present Worth dan Future Worth



Dalam kegiatan kita sehari-hari tidak lepas dengan aktivitas yang berhubungan dengan ekonomi, baik skala besar maupun skala kecil. Pada kehidupan rumah tangga sendiri tak luput dengan urusan masalah ekonomi. Sebelum kita membahas apa itu nilai sekarang (present worth) dan nilai mendatang (future worth) perlu kita pahami terlebih dahulu secara singkat tentang ekonomi teknik.

  1. Ekonomi Teknik
Mengacu pada buku karangan Bapak I Nyoman Pujawan (1995), ekonomi teknik adalah disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomis dari usulan investasi yang bersifat teknis. 

Pada kasus industri, biasanya usulan-usulan investasi dapat meliputi beberapa alternatif yang harus dipilih. Dimana pilihan itu sendiri salah satunya bisa saja tak melakukan apa-apa. Dalam menentukan  pilihan inilah dibutuhkan analisa ekonomi teknik dan pastilah dipilih yang paling menguntungkan. Untuk memahaminya dapat dicontohkan sebagai berikut: suatu pabrik akan melakukan penambahan mesin untuk meningkatkan jumlah produksi. Penambahan ini pasti ada beberapa pilihan alternatif, katakanlah A atau B atau C. Dengan menganalisa cara kerja mesin (masalah teknis) pada masing-masing alternatif dapat ditentukan prediksi biaya yang muncul. Dengan asumsi umur teknis sama, dalam hal ini alternatif terbaik akan memberikan total biaya yang paling kecil.

  1. Bunga (Interest)
Pada analisa ekonomi teknik akan selalu berkaitan dengan aliran kas, termasuk bunga. Maka dari itu, hendaknya kita perlu memahami apa itu bunga. Mengacu pada buku karangan Eugene L. Grant, W. Grantireson, Richard S. Leavenworth (1993), definisi bunga adalah uang yang dibayarkan untuk penggunaan uang yang dipinjam atau pengembangan yang bisa diperoleh dari investasi modal yang produktif. Selama periode investasi berlangsung pemilik modal entah itu berasal dari uang pribadi maupun pinjaman tidak dapat menggunakan uang tersebut sehingga diberikan kompensasi yang dikatakan sebagai bunga. Biasanya bunga dinyatakan dalam bentuk persen (%) yang dikenal dengan istilah tingkat suku bunga. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut:










Contoh 1:
Seseorang telah meminjam uang Rp 10.000 dengan bunga yang harus dibayar per tahun Rp 600. Maka:

Tingkat bunga =  (Rp 600 : Rp 10.000) X 100% = 6% 

Jadi tingkat bunga yang dibebankan pada contoh 1 sebesar 6% per tahun.

2.1 Bunga Sederhana dan Bunga Majemuk
Ada 2 (dua) jenis bunga, yaitu:
  1. Bunga sederhana 
Bunga sederhana dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasi pada periode sebelumnya.
  1. Bunga majemuk
Sedangkan bunga majemuk yang sering disebut sebagai bunga berbunga dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. Pada bunga majemuk, bunganya akan dikenakan bunga kembali setiap periode sampai tiba waktunya pembayaran.

Bunga sederhana penting hubungannya dengan pinjaman untuk 1 (satu) periode atau kurang, sedangkan bunga majemuk (seterusnya digunakan istilah “bunga”) penting hubungannya dengan pinjaman untuk 1 (satu) periode atau lebih.
Berikut contoh dari perbedaan perhitungan bunga sederhana dan bunga majemuk.


Contoh 2:
Seorang ibu rumah tangga meminjam uang sebesar Rp 200.000 pada sebuah bank dengan bunga 10%/ tahun selama 3 tahun dan dibayar sekali pada akhir tahun ke-3. Berapa hutang yang harus dibayar oleh ibu tersebut pada akhir tahun ke-3? Untuk menjawab pertanyaan tersebut dapat mengikuti perhitungan tabel 1 dan tabel 2.

Tabel 1: Besarnya Hutang yang Harus Dibayar dengan Menggunakan Bunga Sederhana

Tahun
Jumlah pinjaman
Bunga
Jumlah hutang
Jumlah bayar
0
200000
0
200000
0
1

20000
220000
0
2

20000
240000
0
3

20000
260000
260000


Tabel 2: Besarnya Hutang yang Harus Dibayar dengan Menggunakan Bunga Majemuk

Tahun
Jumlah pinjaman
Bunga
Jumlah hutang
Jumlah bayar
0
200000
0
200000
0
1

20000
220000
0
2

22000
242000
0
3

24200
266200
266200


Berdasarkan perhitungan pada tabel 1 dan tabel 2, diketahui Bahwa jumlah pembayaran hutang dengan menggunakan bunga majemuk lebih besar, yaitu Rp 266.200 daripada menggunakan bunga sederhana, yaitu Rp 260.000. Padahal diketahui bahwa bunga yang dikenakan untuk lebih dari 1 (satu) periode biasanya menggunakan bunga majemuk.

2.2 Tingkat Bunga Nominal dan Tingkat Bunga Efektif
Illustrasi untuk memahami jenis bunga ini adalah sebagai berikut: sebuah transaksi hutang dimana bunga dibebankan sebesar 1% per bulan. Kadang Transaksi ini dinyatakan dengan mempunyai tingkat bunga 12% per tahun. Yang tepat, tingkat ini seharusnya sebagai nominal 12% per tahun yang dimajemukkan per bulan. 

Tingkat bunga nominal dan efektif dapat didefinisikan sebagai berikut:
Jika bunga dimajemukkan “m” kali setahun pada tingkat bunga “r/m” per periode majemuk, maka:










Contoh 3:
Jika tingkat bunga nominal 12% per tahun dimajemukkan per bulan, berapa bunga efektif per tahunnya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut dapat mengikuti perhitungan berikut:

Berdasarkan persamaan pada rumus sebelumnya diketahui r/m = 1% per bulan dimana jumlah pemajemukan m = 12 karena 1 tahun sama dengan 12 bulan. 













Dengan demikian diketahui bahwa bunga nominal 12% tahun yang dimajemukkan per bulan menghasilkan bunga efektif 12,68%. Dan sekarang kita menjadi tahu apa yang dimaksud dengan tingkat bunga efektif.

  1. Diagram Aliran Kas (Cash Flow Diagram)
Aliran kas akan terjadi jika ada pemindahan uang tunai atau yang sejenis dari satu pihak ke pihak lain. Jika ada penerimaan uang berarti aliran kas masuk dan jika ada pengeluaran uang berarti aliran kas keluar. Jika terjadi kas masuk dan keluar secara bersamaan maka dicari aliran kas nettonya.

Diagram aliran kas adalah suatu ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu. Dimana pengeluaran digambarkan arah ke bawah dan penerimaan arah ke atas. Penggambaran diagram aliran kas berbeda jika ditinjau dari sudut pandang yang berbeda.

Contoh 4:
Pak Bambang hutang uang sebesar Rp 50.000 kepada Bu Nina dengan bunga 10% dan akan dikembalikan dalam 3 periode, yaitu sebesar Rp 66.550. Untuk memahami perhitungan ini akan di bahas pada nilai sekarang dan nilai mendatang.






Gambar 1: Aliran kas untuk Pak Bambang









Gambar 2: Aliran kas untuk Bu Nina


  1. Nilai Sekarang (Present Worth) dan Nilai Mendatang (Future Worth)
Penambahan bunga pada induk melalui pemajemukan merupakan alat untuk mendapatkan nilai ekivalen pada suatu periode mendatang dari sejumlah uang pada saat ini. Misalkan untuk contoh 4, nilai Rp 50.000 saat ini ekivalen dengan Rp 66.550 pada periode ke-3. Nilai ekivalen di suatu saat mendatang ini disebut dengan istilah future worth (FW) dari nilai sekarang.

Sebaliknya, proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang pada beberapa periode mendatang disebut diskonting. Dan nilai sekarang dari suatu jumlah uang periode mendatang inilah disebut present worth (PW).
Untuk melakukan perhitungan FW dan PW dapat menggunakan rumus sebagai berikut:










Atau dapat diselesaikan dengan menggunakan tabel:


















Keterangan:

r = tingkat bunga nominal per periode
i = tingkat bunga efektif per periode
N = jumlah periode pemajemukan
P = nilai sekarang (PW)
F = nilai mendatang (FW)


Contoh 5:
Perhitungan FW dan PW pada contoh 4.

Jika P diketahui 50.000 maka F dihitung sebagai berikut: 








F = 66.550


Jika F diketahui 66.550 maka P dihitung sebagai berikut: 









P = 50.000


Perlu diketahui untuk kepentingan yang lebih kompleks, perhitungan future worth dan present worth dapat dilakukan menggunakan tabel. Penggunaan tabel jika diterapkan pada contoh 4 adalah sebagai berikut:


Jika P diketahui 50.000 maka F dihitung sebagai berikut:









F = 50.000 (1,3310) = 66.550



Jika F diketahui 66.550 maka P dihitung sebagai berikut:









P = 66.550 (0,7513) = 50.000



Contoh cara melihat tabel mencari F dengan diketahui P dapat dilihat pada tabel dengan bunga 10% seperti pada gambar 3.






Gambar 3: Tabel Pemajemukan Diskrit dengan i=10%.



Berdasarkan pemahaman tentang nilai sekarang dan nilai mendatang terlihat bahwa nilai nominal yang sama pada periode berbeda mempunyai nilai finansial yang berbeda. Tidak jarang kita sebagai ibu rumah tangga kadang dihadapkan pada pilihan alternatif yang berkaitan dengan masalah ekonomi dalam rumah tangga. Pengetahuan mengenai konsep nilai uang dari waktu yang tergambar pada nilai sekarang (present worth) dan nilai yang akan datang (future worth) dapat membantu dalam melakukan pemilihan tersebut.*) By: Yunie Sudiro.


Referensi:
  1. I Nyoman Pujawan (1995); Ekonomi Teknik, Edisi I; PT Widya Guna; Jakarta.
  2. Sritomo Wignjosoebroto (1993); Pengantar Teknik Industri, Edisi Pertama; PT Widya Guna; Jakarta.
  3. Grant, Eugene L. et al (1993); Dasar-dasar Ekonomi Teknik; Cetakan IV; Rineka Cipta; Jakarta.

Jumat, 01 November 2019

Aplikasi Ergonomi untuk Penataan Dapur Rumah




Semua orang tentunya menginginkan efisiensi dalam melakukan setiap pekerjaan. Hal ini tidak hanya berlaku untuk sebuah perusahaan, dalam pencapaian skala pribadipun menginginkannya. Demikian juga dalam menyelesaikan pekerjaan dapur pada sebuah rumah tangga. Desain dan penataan dapur sangat mempengaruhi hal tersebut.

  1. Ergonomi
Mengacu pada buku Ergonomi karangan Bapak Eko Nurmianto (1996) “ istilah “ergonomi” berasal dari Bahasa Latin yaitu ERGON (KERJA) dan NOMOS (HUKUM ALAM) dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dan lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen, dan desain/perancangan. Ergonomi berkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan manusia di tempat kerja, di rumah, dan tempat rekreasi.”

Dari definisi di atas terlihat bahwa pada saat kita melakukan suatu pekerjaan diperlukan kenyamanan agar mencapai hasil yang optimal. Dikatakan nyaman berarti tidak menimbulkan sakit pada tubuh baik secara fisik maupun psikologis dan juga sedapat mungkin menghindarkan dari kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. Pada suatu pabrik, pekerjaan bisa dilakukan berulang-ulang dengan posisi yang tetap. Jika peralatan yang digunakan tidak ergonomis maka dapat menimbulkan cidera pada bagian tubuh tertentu. Selain itu juga dapat menimbulkan kelelahan yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Demikian juga untuk peralatan dapur, pasti kita dapat menghemat waktu, tenaga dan sumber daya lainnya jika penataannya memperhatikan unsur-unsur ergonomis.

  1. Desain Dapur Rumah
Sebelum kita membuat rumah tentunya dibuat terlebih dahulu rancangan atau desainnya. Pada pembuatan desain akan dapat menentukan letak dapur dimana, unsur apa saja yang ada di dalamnya dan berapa ukurannya. Ruang dapur yang akan dibuat hendaknya tidak sekedar memberikan luasan tanpa memperhatikan apa saja yang akan diperlukan pada saat berkegiatan di sana. Misalkan saja tatakan kompor harus menyesuaiakan dimensi kompor yang akan dipakai dan seterusnya. Desain ruang dapur nantinya akan berhubungan langsung dengan penataan peralatan dan perlengkapan dapur itu sendiri.

  1. Desain Perabot Dapur Rumah
Untuk mendukung kegiatan yang dilakukan di ruang dapur diperlukan peralatan. Perabot dapur termasuk prioritas yang perlu diperhatikan. Perabot dapur yang ada di setiap rancangan pada dasarnya sama. Hanya saja setiap rumah dapat menyesuaikan sesuai kepentingan masing-masing pemiliknya dan luasan tanah yang tersedia. Pada umumnya perabot yang ada di dapur adalah kitchen set. Dalam pembuatan dan pemasangan perabot ini hendaknya memperhitungkan hal-hal yang nantinya tidak menyulitkan aktivitas di dapur. Misalkan saja ketinggian pemasangan tatakan kompor, jika terlalu rendah atau terlalu tinggi akan menyusahkan operator yang sedang menggunakan kompor tersebut. Akibatnya ada beberapa kemungkinan yang terjadi;
  1. Hasil masakannya tidak sesuai.
  2. Sakit pada bagian tubuh tertentu.
  3. Menyebabkan kecelakaan, misalkan sering terkena peralatan yang panas.
  4. Membuang waktu karena seharusnya dapat dilakukan lebih singkat.
  5. Pemborosan sumber daya karena akibat dari hal-hal yang mungkin terjadi tersebut di atas (poin 1 - 4).

Maka dari itu pada saat mendesain perabot dapur harus memperhitungkan faktor ergonomi, terutama masalah ukuran. Seperti contoh sebelumnya tentang ketinggian dudukan kompor, dan tentunya masih banyak ukuran lain yang harus ditentukan. Penentuan ukuran ini kita dapat berpatokan pada  data anthropometri. Masih mengacu pada buku Ergonomi karangan Bapak Eko Nurmianto (1996) dikatakan bahwa “anthropometri adalah suatu kumpulan data numerik yang berhubungan dengan karakteristik fisik tubuh manusia, ukuran, bentuk dan kekuatan serta penerapan dari data tersebut untuk penanganan masalah desain”. Penerapan data ini dapat dilakukan jika tersedia nilai mean (rata-rata) dan standar deviasi dari suatu distribusi normal. 

  1. Lay out Dapur Rumah
Lay out atau tata letak akan mempengaruhi jarak jangkauan dalam melakukan aktivitas di dapur. Untuk itu peletakan peralatan dapur harus mempertimbangkan proses aktivitas di dapur. Selain masalah jarak jangkauan juga harus mempertimbangkan keterkaitan antara peralatan yang satu dengan yang lainnya. Misalkan letak tabung gas, hendaknya tidak jauh dengan kompor gas. 

  1. Suasana Dapur Rumah
Kenyamanan dapat dikatakan selalu berhubungan dengan fisik dan psikis. Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah suasana di dapur. Hal ini bisa meliputi suhu ruangan, warna dan unsur estetika. Suhu ruangan dapat berhubungan dengan ventilasi atau pemasangan pendingin ruangan. Untuk warna dan estetika dapat disesuaikan dengan selera penggunanya.


Penataan dapur rumah sangat berkaitan dengan desain dari dapur rumah. Penyusunan desain dapur rumah dapat meliputi desain perabot dapur, tata letak (lay out) dapur, temperatur ruangan, warna dan estetika. Untuk menentukan ukuran yang behubungan dengan perabot dapur dapat berpedoman pada data anthropometri agar sesuai dengan anatomi orang yang beaktivitas di dapur tersebut. Penataan dapur yang ergonomis akan membuat kita tidak merasa terpaksa harus beraktivitas di dapur.*) By: Yunie Sudiro


Referensi:
Eko Nurmianto, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (1996); Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya; Edisi I; Guna Widya; Jakarta