Kamis, 28 Maret 2019

Pasar Modern Puncak Permai Surabaya




Makan merupakan termasuk kebutuhan primer. Pemenuhan kebutuhan akan makanan pada suatu rumah tangga adalah prioritas. Dan mendapatkan bahan makanan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau menjadi dambaan para ibu rumah tangga. Salah satu pasar di Surabaya ini dapat menjadi salah satu alternatif pilihan tempat berbelanja bahan makanan segar.

Kata pasar sebenarnya mempunyai definisi yang baku. Kali ini saya akan menggunakan istilah pasar yang dipakai umumnya masyarakat sekitar kita. Pasar yang akan kita sebut dalam tulisan ini adalah pasar tradisional. Dimana di dalam pasar terdapat beberapa los, yang dibagi beberapa blok atau bagian, misalnya los bagian ikan, los bagian sayur, dan seterusnya. Di pasar biasanya kita menjumpai los-los tertentu yang areanya becek. Hal ini yang menjadi sebab sebagian orang malas untuk pergi belanja ke pasar. Apalagi jaman sekarang kita lebih dimudahkan, tukang sayur  keliling sekarang sudah membawa smartphone, bisa di WA (WhatsApp). Pada malam hari kita pesan belanjaan, pagi mau waktu subuhpun diantar. Kalau tidak mau diganggu waktu subuh-subuh, belanjaan ditaruh luar, uang akan diambil setelah tukang sayur selesai keliling. 

Selama ini yang saya ketahui pasar modern adalah supermarket. Ternyata memang ada pasar yang namanya “pasar modern”. Selama ini juga setiap pasar yang saya jumpai selalu bertuliskan “pasar tradisional”. Mari kita lihat apa keistimewaan dari pasar modern ini.

  1. Lokasi
Lokasi dari pasar ini mudah dijangkau, yaitu daerah Darmo Permai. Letak Bangunan pada posisi hook (pojok) sehingga gampang terlihat pengunjung yang hendak ke sana. Jalan di depan dan sampingnya beraspal dan lebar, sehingga akses ke pasar mudah.

  1. Area Parkir
Area parkir luas dan dikelolah secara profesional. Hanya saja pada  hari Minggu jam 06.00 ada kegiatan senam depan pintu utama, sehingga membuat parkiran agak ruwet. Makanya di hari minggu sebaiknya sebelum jam 06.00 sudah parkir jika tidak mau antre mencari parkiran.

  1. Troli 
Dalam pasar terlihat bersih dan rapi. Di dekat pintu masuk tersedia barisan troli. Ada meja petugas yang melayani peminjaman troli. Cukup meninggalkan kartu identitas, kita bisa membawa troli selama belanja. Hal ini saya belum pernah menemukan di pasar tradisional yang pernah saya kunjungi. Di pasar tertentu paling adanya orang penyedia jasa membawakan belanjaan. Dan kita membayar ongkos jasa pastinya. Di pasar kebanyakan tidak ada jasa tersebut, kita harus membawa sendiri. 


  1. Barang yang dijual
Berikutnya mari kita lihat barang-barang yang diperdagangkan. Hal ini saya fokus pada barang-barang segar. Memang benar, di sana serasa melihat barang-barang yang jenis dan kualitasnya menyerupai supermarket bahkan terlihat lebih segar. Disamping itu, ada jenis-jenis tertentu yang pasar lain tidak tersedia. Misalnya di sana tersedia salmon, srimping dan lobster, yang selama ini saya tak pernah menemui di pasar-pasar yang pernah saya kunjungi. Selain itu, tersedia adanya kios makanan siap makan, seperti kue basah, nasi bungkus, bubur bahkan tersedia juga food court lengkap dengan live music.


Suatu saat saya membandingan harga salmon fillet di sebuah supermarket. waktu itu harga sudah discount per kilo gram (Kg) Rp 280.000, padahal saya mendapatkan harga Rp 230,000 per Kg di pasar modern dan bisa langsung memilih ikannya sebelum di potong untuk difillet. Jadi menurut saya memang sesuai judul nama pasarnya “Pasar Modern”. *) By: Yunie Sudiro


Rabu, 27 Maret 2019

Cara Membersihkan Bagian Luar Rumah




Menjaga kebersihan rumah termasuk bagian luarnya adalah salah satu pekerjaan yang ada dalam suatu rumah tangga. PIC (Person In Charge) untuk pekerjaan ini umumnya dipegang oleh ibu rumah tangga. Meskipun dalam pelaksanaannya bisa didelegasikan kepada yang lain, misalkan ART (Asisten Rumah Tangga). Dalam mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain diperlukan pengawasan untuk memastikan hasil pekerjaan yang dikerjakan apakah sudah memenuhi standar kita. Untuk itu lebih baik kita sebagai PIC menguasai proses akan pekerjaan tersebut. Di sisi lain, dalam kasus rumah tangga sering terjadi tiba-tiba ART mengundurkan diri pada saat kita belum sempat mendapat penggantinya. Keuntungan lain jika kita dapat menguasai proses, dalam hal ini cara membersihkan bagian luar rumah juga dapat dijadikan salah satu materi pembelajaran tentang life skill kepada anak-anak kita. 

Bagi kebanyakan orang mungkin saja cara membersihkan bagian luar rumah adalah hal yang mudah dilakukan. Tapi saya yakin pasti ada diantara kita yang tak tahu bagaimana cara membersihkan bagian luar rumah. Bisa saja ada banyak cara membersihkan bagian luar rumah tergantung bagaimana rancangan rumahnya dan pengetahuan serta pengalaman seseorang. Berikut adalah salah satu cara yang dapat dipakai acuan dalam membersihkan bagian luar rumah. 

  1. Cara Membersihkan Teras Rumah
Cara membersihkan teras rumah meliputi lantai dan semua hal yang ada di atas lantai. Yang paling sering kita jumpai pada teras, yaitu meja, kursi dan rak sepatu. Sebelum memulainya kita perlu mengenal alat dan bahan yang diperlukan, yaitu kemoceng, sapu ijuk, cikrak, lap kain, timba, alat mengepel, air dan obat pel. Kemoceng dan sapu ijuk dapat diwakili oleh vacuum cleaner. Kemoceng adalah alat untuk membersihkan debu. Kemoceng ada yang terbuat dari bulu unggas, ada yang terbuat dari untaian tali rafia, ada juga yang terbuat dari benang khusus. Cara memakai kemoceng dengan memegang gagangnya kemudian menebaskannya pada debu yang dibersihkan. Pada saat kemoceng dipakai dan tampak banyak debu kita harus melepaskan debu tersebut dengan cara dipukulkan pelan-pelan pada tembok di luar rumah jauh dari perabotan. Selain komoceng, alat lain yang mungkin masih asing untuk sebagian pembaca adalah cikrak. Cikrak adalah alat untuk menyiduk sampah setelah menyapu. Selanjutnya kita kembali pada cara membersihkan perabot-perabot tersebut diatas dengan menggunakan cara manual (menggunakan kemoceng dan sapu ijuk).
  1. Membersihkan debu dan kotoran pada meja dan kursi dengan kemoceng. Jika meja masih ada noda dan sisa debu dapat diulang dengan mengelapnya dengan lap basah. Lap basah diperoleh dengan cara membasahi lap kain dengan sedikit air. Penggunaan lap basah sebaiknya dilakukan setelah selesai menyapu semua lantai agar debu tidak menempel lagi pada perabot.
  2. Membersihkan rak sepatu diawali dengan mengeluarkan semua sepatu dari dalam rak. Selanjutnya membersihkan rak dari debu dengan cara yang sama dengan membersihkan debu pada meja dan kursi. Setelah rak kering, sepatu dikembalikan pada posisi yang lebih rapi dari sebelumnya.

Membersihkan lantai dimulai dengan menyapu lantai dengan sapu ijuk sambil membersihkan perabot di atasnya. Setiap ada kumpulan debu dimasukkan ke dalam cikrak untuk dibuang ke tempat sampah. Setelah itu siapkan campuran air dan obat pel ke dalam timba sesuai takaran yang disarankan. Celupkan alat pel pada campuran air dan obat pel, lalu peras supaya tidak terlalu basah saat disapukan ke lantai. Kita mengepel lantai dengan cara berjalan mundur dengan tujuan yang sudah selesai dipel tidak terinjak lagi dengan kaki kita. Karena lantai yang masih basah akan tampak kotor jika terinjak oleh kaki kita.

  1. Cara Membersihkan Carport
Yang terdapat pada cartport hanya lantai. Alat dan bahan yang diperlukan meliputi: sapu ijuk, cikrak, alat mengepel, timba, obat pel dan air. Cara membersihkannya sama dengan lantai teras, yaitu diawali dengan menyapu lantai dengan sapu ijuk. Setiap ada kumpulan debu dimasukkan ke dalam cikrak untuk dibuang ke tempat sampah. Setelah itu siapkan campuran air dan obat pel ke dalam timba sesuai takaran yang disarankan. Celupkan alat pel pada campuran obat pel, lalu peras supaya tidak terlalu basah saat disapukan ke lantai. Kita mengepel lantai dengan cara berjalan mundur dengan tujuan yang sudah selesai dipel tidak terinjak lagi dengan kaki kita. Karena lantai yang masih basah akan tampak kotor jika terinjak oleh kaki kita. Jangan memasukkan mobil jika lantai belum kering.

  1. Cara Membersihkan Taman atau Pekarangan
Sisa tanah yang ada di luar rumah biasanya berbentuk pekarangan yang dapat dimanfaatkan untuk taman atau kebun. Maka dari itu alat yang diperlukan meliputi: sapu lidi, gunting tanaman, cikrak, air dan pupuk. Pembersihan diawali dengan merapikan tanaman dan membuang daun-daun kering menggunakan gunting tanaman. Setelah itu kita harus menyapu bagian bawah  tanaman dengan menggunakan sapu lidi dan mengambil kumpulan sampah dengan cikrak sebelum membuangnya ke tempat sampah. Setelah bersih, baru kita dapat menyiram tanaman. Secara berkala kita juga harus memberi pupuk pada tanaman sesuai anjuran.


Menjaga kebersihan bagian luar rumah merupakan bagian dari pekerjaan rumah tangga. Meskipun kita tidak melakukan sendiri pekerjaan ini, hendaknya tetap mengetahui proses bagaimana cara membersihkan bagian luar rumah agar dapat memastikan hasil pekerjaan tersebut sesuai standart kita. Selain itu, dengan mengetahui sendiri proses bagaimana cara membersihkan bagian luar rumah, kita tidak akan kesulitan jika harus menghadapi situasi tidak ada bantuan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Keuntungan tambahannya adalah dapat mengajarkannya kepada anak-anak kita sebagai bagian materi tentang life skill. *) By: Yunie Sudiro



Selasa, 26 Maret 2019

Membuat Estimasi Kebutuhan Deterjen Cair Pada Sebuah Rumah Tangga (Metode Regresi Linier)



Pada tiap-tiap rumah mempunyai rutinitas kegiatan. Semua rutinitas kegiatan biasanya berhubungan dengan resource. Dengan begitu pasti berhubungan pula dengan timbulnya pengeluaran. Agar dapat memprediksi jumlah pengeluaran, perlu kita lakukan perhitungan kebutuhan untuk periode berikutnya.

  1. Mencuci Pakaian
Salah satu kegiatan dalam sebuah rumah tangga atau keluarga adalah mencuci pakaian. Sebelum dapat memperkirakan biaya-biaya yang timbul dari kegiatan memcuci pakaian, kita harus mengetahui bagaimana proses mencuci pakaian itu sendiri. Mencuci pakaian ada 2 (dua) cara, yaitu mencuci pakaian dengan tangan dan menggunakan mesin cuci.

  1. Langkah-langkah mencuci pakaian dengan tangan adalah sebagai berikut:
  1. Pisahkan pakaian putih dan yang berwarna.
  2. Rendam pakaian kotor pada suatu wadah (wadah 1).
  3. Siapkan wadah lain (wadah 2) yang berisi campuran air dan deterjen, deterjen dapat berbentuk bubuk atau cair.
  4. Kucek dan peras masing-masing baju, kemudian dimasukkan ke dalam wadah 2.
  5. Kucek pakaian dengan menggunakan campuran air dan deterjen pada wadah 2 kemudian diperas.
  6. Bilas pakaian yang sudah dikucek dengan campuran air dan deterjen tersebut dengan menggunakan air bersih sampai deterjen hilang. Pembilasan dilakukan dengan cara mengucek pakaian dalam air bersih diakhiri dengan memerasnya. Pembilasan rata-rata dilakukan 3 (tiga) kali oleh kebanyakan orang. Jika menggunakan pelembut pakaian (softener) lakukan pada pembilasan terakhir. 
  7. Langkah terakhir adalah pengeringan dengan cara dijemur atau diangin-anginkan.

  1. Langkah-langkah mencuci pakaian dengan mesin otomatis adalah sebagai berikut:
  1. Pisahkan pakaian putih dan yang berwarna.
  2. Masukkan pakaian kotor sesuai kapasitas mesin cuci.
  3. Masukkan deterjen sesuai takaran yang disarankan. deterjen dapat berbentuk bubuk atau cair.
  4. Nyalakan kran air dan aliran listrik.
  5. Nyalakan tombol power.
  6. Jika menggunakan pelembut dimasukkan pada pembilasan terakhir (kira-kira indikator waktu pencucian kurang dari 15 menit). Sebagian besar mesin cuci memberikan alarm kapan pelembut harus dimasukkan.
  7. Pencucian selesai ditandai dengan bunyi alarm dan lampu indikator waktu pencucian padam.
  8. Langkah terakhir adalah pengeringan dengan cara dijemur atau diangin-anginkan atau dengan menggunakan mesin pengering.

  1. Biaya-Biaya yang Ditimbulkan Saat Mencuci Pakaian
Agar dapat membuat anggaran belanja rumah tangga mendekati realisasi diperlukan akurasi prediksi dalam menentukan biaya-biaya yang timbul di suatu periode. Semua kegiatan yang direncanakan hendaknya dirinci agar dapat melakukan prediksi biaya-biaya yang ditimbulkan. Pada kesempatan ini kita membahas kegiatan mencuci pakaian. Berdasarkan proses kegiatannya dapat diketahui bahwa hal-hal yang dapat menimbulkan biaya adalah air, listrik, deterjen, pelembut (jika menggunakan) dan tenaga. 

  1. Metode Peramalan Regresi Linier 
Ada beberapa teknik peramalan yang telah dikembangkan. Teknik tersebut dibagi dalam dua kategori utama, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif atau teknologis. Metode kuantitatif dapat dibagi ke dalam deret berkala (time series) dan metode kausal (model regresi). Sedangkan metode kualitatif atau teknologis dapat dibagi menjadi metode eksploratoris dan normatif. 

Regresi Linier merupakan salah satu metode bagian dari metode kausal. Persamaan yang dapat dipakai pada metode ini adalah sebagai berikut:










Dengan melalui perhitungan: 




















Perlu diketahui bahwa peramalan kuantitatif dapat diterapkan bila terdapat 3 (tiga) kondisi berikut:
  • Tersedianya informasi tentang masa lalu.
  • Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data numerik.
  • Dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek pola masa lalu akan terus berlanjut di masa mendatang.

  1. Contoh Aplikasi Metode Peramalan Regresi Linier 
Berikut adalah contoh data kebutuhan deterjen cair dalam satuan mililiter (ml) pada sebuah keluarga untuk periode Agustus 2018 s/d Juli 2019:


Tabel 1: Data Kebutuhan Deterjen Cair 
Bulan
Kebutuhan (ml)
Bulan
Kebutuhan (ml)
Agustus 2018
1600
Pebruari 2019
1600
September 2018
1400
Maret 2019
1650
Oktober 2018
1200
April 2019
1500
November 2018
1500
Mei 2019
1400
Desember 2018
1550
Juni 2019
1450
Januari 2019
1300
Juli 2019
1550

Diketahui kemasan 1 pouch deterjen cair berisi 800 ml. 

Bagaimana kita dapat menentukan perkiraan kebutuhan deterjen cair pada keluarga tersebut untuk bulan berikutnya? Estimasi kebutuhan deterjen cair untuk bulan Agustus 2019 pada keluarga tersebut dapat ditentukan tidak hanya dengan sekedar berdasarkan nilai rata-rata kebutuhan beberapa periode terakhir. Penentuannya dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi linier yang menghubungkan variabel tahun (X) sebagai penentu jumlah kebutuhan deterjen cair (Y). 


Tabel 2: Data Kebutuhan Deterjen Cair untuk Keperluan Perhitungan Metode Regresi Linier

Bulan

Kebutuhan (ml)


X
X*X
Y
XY

1
1
1600
1600

2
4
1400
2800

3
9
1200
3600

4
16
1500
6000

5
25
1550
7750

6
36
1300
7800

7
49
1600
11200

8
64
1650
13200

9
81
1500
13500

10
100
1400
14000

11
121
1450
15950

12
144
1550
18600
Jumlah
78
650
17700
116000





Dari data di atas didapat:








   






   = 6,643



 








1475= a + 6,643 (6,5)
a = 1475 - 6,643 (6,5)
  = 1431,821

Hasil peramalan kebutuhan pada bulan Agustus 2019 (periode ke 13) dapat dihitung dengan persamaan berikut: 




    
   = 1.518,18


Dengan demikian estimasi kebutuhan deterjen cair pada bulan Agustus 2019 pada keluarga tersebut adalah 1.518,18 ml. Karena 1 pouch berisi 800 ml, maka keluarga tersebut harus menganggarkan untuk pembelian deterjen cair sebanyak 2 pouch pada bulan Agustus 2019. 


Kesimpulan:
Perencanaan akan segala hal selalu diperlukan. Perencanaan tersebut bisa sederhana atau kompleks, tergantung dari keperluannya. Metode regresi linier dapat memberikan hasil perkiraan dengan memasukkan unsur yang mempengaruhi nilai dari hal yang diestimasikan. Seperti halnya pada contoh aplikasi sederhana pada tulisan ini, dimana variabel waktu (periode) dimasukkan sebagai faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kebutuhan.*) By: Yunie sudiro


Referensi:

  1. Makridakis, Spyros; Wheelwright, Steven C; Mcgee, Victor E ( 1995), Metode dan Aplikasi Peramalan, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Kelompok Pengembangan Profesi Aplika Widya (1991), Penyelesaian Soal-Soal Pengantar Teknik Industri, Kelompok Pengembangan Profesi Aplika Widya, Surabaya.
  3. Yunie Sudiro (2019); Membuat Estimasi Kebutuhan Deterjen Cair Pada Sebuah Rumah Tangga (Metode Moving Average); manajemenrumahtangga(.)com.

Senin, 25 Maret 2019

Membuat Estimasi Kebutuhan Deterjen Cair Pada Sebuah Rumah Tangga (Metode Moving Average)



Pada tiap-tiap rumah mempunyai rutinitas kegiatan. Semua rutinitas kegiatan biasanya berhubungan dengan resource. Dengan begitu pasti berhubungan pula dengan timbulnya pengeluaran. Agar dapat memprediksi jumlah pengeluaran, perlu kita lakukan perhitungan kebutuhan untuk periode berikutnya.

  1. Mencuci Pakaian
Salah satu kegiatan dalam sebuah rumah tangga atau keluarga adalah mencuci pakaian. Sebelum dapat memperkirakan biaya-biaya yang timbul dari kegiatan memcuci pakaian, kita harus mengetahui bagaiman proses mencuci pakaian itu sendiri. Mencuci pakaian ada 2 (dua) cara, yaitu mencuci pakaian dengan tangan dan menggunakan mesin cuci.

  1. Langkah-langkah mencuci pakaian dengan tangan adalah sebagai berikut:
  1. Pisahkan pakaian putih dan yang berwarna.
  2. Rendam pakaian kotor pada suatu wadah (wadah 1).
  3. Siapkan wadah lain (wadah 2) yang berisi campuran air dan deterjen, deterjen dapat berbentuk bubuk atau cair.
  4. Kucek dan peras masing-masing baju, kemudian dimasukkan ke dalam wadah 2.
  5. Kucek pakaian dengan menggunakan campuran air dan deterjen pada wadah 2 kemudian diperas.
  6. Bilas pakaian yang sudah dikucek dengan campuran air dan deterjen tersebut dengan menggunakan air bersih sampai deterjen hilang. Pembilasan dilakukan dengan cara mengucek pakaian dalam air bersih diakhiri dengan memerasnya. Pembilasan rata-rata dilakukan 3 (tiga) kali oleh kebanyakan orang. Jika menggunakan pelembut pakaian (softener) lakukan pada pembilasan terakhir. 
  7. Langkah terakhir adalah pengeringan dengan cara dijemur atau diangin-anginkan.

  1. Langkah-langkah mencuci pakaian dengan mesin otomatis adalah sebagai berikut:
  1. Pisahkan pakaian putih dan yang berwarna.
  2. Masukkan pakaian kotor sesuai kapasitas mesin cuci.
  3. Masukkan deterjen sesuai takaran yang disarankan. deterjen dapat berbentuk bubuk atau cair.
  4. Nyalakan kran air dan aliran listrik.
  5. Nyalakan tombol power.
  6. Jika menggunakan pelembut dimasukkan pada pembilasan terakhir (kira-kira indikator waktu pencucian kurang dari 15 menit). Sebagian besar mesin cuci memberikan alarm kapan pelembut harus dimasukkan.
  7. Pencucian selesai ditandai dengan bunyi alarm dan lampu indikator waktu pencucian padam.
  8. Langkah terakhir adalah pengeringan dengan cara dijemur atau diangin-anginkan atau dengan menggunakan mesin pengering.

  1. Biaya-Biaya yang Ditimbulkan Saat Mencuci Pakaian
Agar dapat membuat anggaran belanja rumah tangga mendekati realisasi diperlukan akurasi prediksi dalam menentukan biaya-biaya yang timbul di suatu periode. Semua kegiatan yang direncanakan hendaknya dirinci agar dapat melakukan prediksi biaya-biaya yang ditimbulkan. Pada kesempatan ini kita membahas kegiatan mencuci pakaian. Berdasarkan proses kegiatannya dapat diketahui bahwa hal-hal yang dapat menimbulkan biaya adalah air, listrik, deterjen, pelembut (jika menggunakan) dan tenaga. 

  1. Metode Peramalan Moving Average
Ada beberapa teknik peramalan yang telah dikembangkan. Teknik tersebut dibagi dalam dua kategori utama, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif atau teknologis. Metode kuantitatif dapat dibagi ke dalam deret berkala (time series) dan metode kausal (model regresi). Sedangkan metode kualitatif atau teknologis dapat dibagi menjadi metode eksploratoris dan normatif. 

Moving average merupakan salah satu metode bagian dari time series.
Persamaan yang dapat dipakai pada metode ini adalah sebagai berikut:






Keterangan:
n = jumlah data

Perlu diketahui bahwa peramalan kuantitatif dapat diterapkan bila terdapat 3 (tiga) kondisi berikut:
  • Tersedianya informasi tentang masa lalu.
  • Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data numerik.
  • Dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek pola masa lalu akan terus berlanjut di masa mendatang.

  1. Contoh Aplikasi Metode Peramalan Moving Average
Berikut adalah contoh data kebutuhan deterjen cair dalam satuan mililiter (ml) pada sebuah keluarga untuk periode Agustus 2018 s/d Juli 2019:


Bulan
Kebutuhan (ml)
Bulan
Kebutuhan (ml)
Agustus 2018
1600
Pebruari 2019
1600
September 2018
1400
Maret 2019
1650
Oktober 2018
1200
April 2019
1500
November 2018
1500
Mei 2019
1400
Desember 2018
1550
Juni 2019
1450
Januari 2019
1300
Juli 2019
1550

Diketahui kemasan 1 pouch deterjen cair berisi 800 ml. 

Bagaimana kita dapat menentukan perkiraan kebutuhan deterjen cair pada keluarga tersebut untuk bulan berikutnya? Estimasi kebutuhan deterjen cair untuk bulan Agustus 2019 pada keluarga tersebut dapat ditentukan dengan menggunakan nilai rata-rata beberapa bulan sebelumnya. Misalkan kita tentukan rata-rata dari 6 (enam) bulan atau dapat dikatakan n = 6, maka:








= (1550 + 1450 + 1400 + 1500 + 1650 + 1600) : 6
= 9150 : 6
= 1525

Estimasi kebutuhan deterjen cair pada bulan Agustus 2019 pada keluarga tersebut adalah 1.525 ml. Karena 1 pouch berisi 800 ml, maka keluarga tersebut harus menganggarkan untuk pembelian deterjen cair sebanyak 2 pouch pada bulan Agustus 2019. 


Kesimpulan:
Perencanaan akan segala hal selalu diperlukan. Perencanaan tersebut bisa sederhana atau kompleks, tergantung dari keperluannya. Metode rata-rata bergerak (moving average) adalah cara sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus memahami secara serius pada notasi-notasi persamaan (rumus) nya.*) By: Yunie sudiro


Referensi:

  1. Makridakis, Spyros; Wheelwright, Steven C; Mcgee, Victor E ( 1995), Metode dan Aplikasi Peramalan, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Kelompok Pengembangan Profesi Aplika Widya (1991), Penyelesaian Soal-Soal Pengantar Teknik Industri, Kelompok Pengembangan Profesi Aplika Widya, Surabaya.